Wednesday, December 14, 2011

Selanjutnya Optimis Ituh…

Setelah kita punya harapan maka kita perlu yang namanya optimis sebagai penyemangat untuk harapan kita. Jika kita kelilangan optimism aka apapun kesempatan dalam mencapai harapan yang terlintas dipikiran kita, sudah tak berarti apa apa lagi.

Optimis-lah yang membuat kita mengatasi segala rintangan. Sebab di mata kita sudah tidak ada lagi rintangan kecuali tantangan. Kabar baiknya orang yang memiliki optimis tinggi adalah orang mereka yang para pencari tantangan.

Saat sekarang, tercipta banyak jalan pintas untuk menuju kesusksesan sementara, Itu dilakukan oleh mereka2 yang punya sifat pesimis terhadap kemampuannya. Tapi ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia sudah berhasil walaupun dengan jalan pintas.

Pada saat ingin mengejar harapan, tidak jarang kita dihadang pleh rintangan. Ini lazim. Karena semakin besar harapan maka semakin besar pula rintangan. Ada pepatah mengatakan “ tidak ada resiko, maka tidak mendapatkan untung”. Optimis kita disebut berkualitas baik jika kita melewati rintangan dengan segenap kekuatan kita.

Pernahkan kita memiliki teman dengan optimis yang sangat tinggi? Gimana rasanya saat bertemu dengannya? Kita biasanya akan senang bertemu dengan orang optimis, sebab hari hari kita akan terasa menyenangkan setelah berbicara dengan teman kita tersebut. Begitu juga jika kita punya teman yang pesimis dan suka mengeluh, maka hari hari kita akan sangat suram setelah kita bertemu dan berbicara dengan teman tesebut

Persamaan orang yang pesimis dengan orang optimis adalah sama sama memiliki rasa takut. Perbedaannya kalau orang pesimis saat dihantui oleh rasa takut dia akan langsung berhenti, sedangkan orang optimis saat dihantui rasa takut dia akan maju terus untuk mengalahkan rasa takutnya.

dari berbagai sumber
image: ceritadanwarta.com

Friday, July 15, 2011

Perkembangan komputer generasi pertama

Perkembangan pada generasi ini ditandai dengan adanya penemuan tabun hampa udara yang digunakan sebagai alat untuk penguat sinyal. Selanjutnya pada generasi ini muncul transistor yang akhirnya timbul generasi ketiga dengan munculnya penemuan ic chip.

Selanjutnya pada berbagai literatur terdapat atau ditemukan suatu perdebatan yang mengatakan apakah micro prosesor yang merupakan pengembangan dari ic chip bisa dikatakan pelopor dari generasi ke empat atau masih berada pada generasi ketiga.

Ada beberapa alasan, salah satunya adalah kemampuan dari micro prosesor yang jauh lebih bagus dari ic chip, sedangkan alasan yang menolak adalah bahwa konsep dasar micro posesor masih sama hanya terjadi peningkatan kemampuan saja.

Komputer generasi pertama ukurannya sangatlah besar yang disebut mainframe. Tabung udara sebagai penguat sinyal, ini merupakan ciri dari generasi pertama. Tabung hampa udara terdiri dari kaca yang mudah pecah dan dapat menyalurkan panas, panas ini selanjutnya perlu dinetralisir oleh alat lain yang disebut pendingin.

Adapun ciri-ciri komputer pada generasi pertama adalah sebagai berikut:
1. Mempunyai ukuran fisik yang sangat besar.
2. Cepat panas pada komponen komputer
3. Keceptatan proses sangatlah lambat
4. Membutuhkan daya listrik yang sangatlah beasr
5. Memori masih menggunakan magnetic core storage
6. Menggunakan tabung hampa udara sebagai penguat sinyal
7. Menggunakan konsep stored program 8. Bahasa yang digunakan adalah bahasa mesin

Dengan adanya komponen tambahan, pada akhirnya komputer yang tercipta akan menjadi besar dan berat serta mempunyai harga yang mahal. Pada tahun 1946 komputer elektronik didunia yang pertama yaitu ENIAC selesai dikembangkan. Komputer ini mempunya lebih dari 18000 tabung hampa udara dengan berat 30 ton, karena ukurannya sangat besar sampai-sampai komputer ini memempati satu ruangan penuh.

Beberapa contoh konputer generasi pertama:
1. Mark I, II, IBM 702
2. UNIVAC II
3. ENIAC
4. SEC (Simple Electronic Computer)
5. Datamatic 1000
6. NCR 102A

dari wikipedia dan berbagai sumber
image: flickr.com

Thursday, February 10, 2011

Harapan Itu....


Banyak sekali harapan dalam hidup ini sehingga sering membuat kita bingung memilihnya :D Apapun yang menjadi pilihan kita, pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi jangan dipikirkan terlebih dulu perihal kelebihan dan kekurangan tersebut, cuz, langkat yang paling hebat adalah "segera menentukan harapan kita"

Pasti kamu pernah pergi ke suatu tempat yang asing bagi kamu? Berapa yang yang anda tempuh untuk sampai ke tempat tersebut? Setelah kamu tau tempat itu terus coba kamu menuju tempat itu dan coba dibandingkan waktu yang kamu tempuh. Lebih lama apa lebih cepat??

Harapa itu… pasti berbeda antara kamu dan orang lain, oleh sebab itu ortu apa temen gak tau apa yang akan kamu capai. Semakin banyak orang yang tahu harapan kamu berarti semakin sedikit saingan untuk mencapai harapan kamu.

Sebelum kamu sukses dalam mencapai harapan, paling sedikit kamu sudah bisa melihat dan merasakan kondisi saat sukses, walau itu hanya dalam mimpi atau khayalan kamu. Semakin jelas gambaran kamu sukses maka alam semakin dekat dengan harapan kamu.

Pada umumnya kita akan termotivasi saat sudah dapat melihat gambaran diri kita sukses dan waktu suksesnya. Walaupun tidak dijamin akan tepat waktu, tetapi biasanya waktunya tidak terlalu jauh dari waktu sukses yang kita tentukan sebelumnya.

Bagaimanapun harapan kita, kalau kita tak pernah merasakan kegagalan, seperti ibaratnya makan sayur tanpa garam, hambar. Dengan kegagalan itu yang bisa membuat kita lebih mantap dan yakin dalam mencapai harapan untuk sukses, sebab, tidak ada seorangpun yang sukses didunia ini tanpa pernah merasakan suatu kegagalan. Kita akan disebut sebagai orang yang gagal pada saat kita tak mencoba lagi. Tapi jika kita tetap pada harapan kita dan melnjutkan perjuangan kita dan tetep berusaha mengatasi kegagalan, berarti kita tidaklah gagal. kecuali sedang mencari jalan yang benar untuk menuju harapan kita.

Kita boleh ngefan kepada seseorang, tapi jangan menirunya, sebab akhirnya kita hanya akan menjadi tiruannya saja dan tidak terlalu dihormati oleh orang lain. Terus cari dan temukan kekuatan yang ada dalam diri kita, asahlah akan kekuatan kita dan lambat laun kita pasti bisa sukses.

Saat kecil dulu, kita sudah sering dan sangatlah terbiasa mendengar kata-kata negatif dari lingkungan kita, seperti awas, jangan, tidak boleh.Sebenarnya mereka tidak ingin menjerumuskan kita tetapi karena rasa cintanya dan ketidaktahuan mereka dalam memotivasi dan mendidik anak. Itulah sebabnya akan menjadi salah satu faktor anak untuk taku t mencoba hal hal yang baru dalam kehidupannya.

Seringkali kita bertanya pada orang yang kurang tepat, bertanya tentang kesuksesan kepada orang yang belum pernah sukses, sama aja bertanya tentang dunia pada bayi yang masih dalam kandungan. Bagaimana dia dapat mengajarkan agar tercapai kesuksesan kalau dia juga belum pernah sukses. Maka, bertanyalah kepada orang kaya kalau ingin kaya. Bertanyalah pada orang sukses kalo ingin sukses.

Eddy soetrisno msi